Jangan Remehkan Gangguan Elektrolit, Kenali Gejalanya!

0
31
Jangan Remehkan Gangguan Elektrolit, Kenali Gejalanya!

Geng yang sehat sering melihat iklan minuman di televisi yang mempromosikan produk isotonik. Produk tersebut dikatakan mengandung elektrolit yang berfungsi untuk menggantikan ion yang hilang dalam tubuh dan menjaga keseimbangan. Apa itu elektrolit? Ayo cari tahu, Geng!

Tubuh manusia terdiri dari 60% cairan dan elektrolit yang terkandung di dalamnya. Ketika dilarutkan dalam cairan, elektrolit membentuk ion positif atau negatif, menghasilkan energi listrik. Energi listrik ini akan digunakan untuk melakukan berbagai fungsi tubuh kita, Geng. Elektrolit dapat ditemukan dalam darah, urin, dan keringat.

Dalam kondisi tertentu, jumlah elektrolit dalam tubuh kita dapat dikurangi atau berlebihan. Ini disebabkan oleh kekurangan cairan, konsumsi obat-obatan tertentu atau menderita penyakit.

Ketika kadar elektrolit terganggu, baik terlalu rendah atau terlalu tinggi, fungsi sel dan organ juga akan terganggu. Lebih buruk lagi, dalam kondisi yang parah, dapat menyebabkan kejang, koma, dan bahkan serangan jantung. Jadi jangan meremehkan gangguan elektrolit yang terjadi pada Geng!

Baca juga: 5 trik untuk memenuhi kebutuhan bersih harian

Jenis elektrolit dan fungsinya

Ada beberapa jenis elektrolit yang ditemukan dalam tubuh kita, yaitu: natrium (natrium), kalium (kalium), klorida, kalsium, magnesium, fosfat dan bikarbonat.

Elektrolit miliki berbagai fungsi dalam pekerjaan sel dan organ dalam tubuh kita, termasuk:

  1. Mengatur kinerja saraf
  2. Membantu kontraksi otot
  3. Mengatur tekanan darah dan detak jantung
  4. Mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh
  5. Menjaga kesehatan tulang dan gigi
  6. Pertahankan tingkat asam dan basa tubuh (pH) tubuh
Baca juga: Menurunkan berat badan dengan air? Caranya mudah!

Gejala gangguan elektrolit

Wajar jika kadar elektrolit berubah karena sesuai dengan jumlah cairan dalam tubuh kita. Namun, ketika tubuh Anda kehilangan banyak cairan dalam waktu singkat, ketidakseimbangan elektrolit dapat terjadi. Ketidakseimbangan inilah yang menyebabkan gangguan pada fungsi sel dan organ.

Berikut ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar elektrolit:

  1. Dehidrasi parah: dapat dipicu oleh keringat berlebih, diare atau muntah dalam jangka waktu yang lama
  2. Penyakit seperti: gagal jantung, gagal ginjal, diabetes
  3. Gangguan makan seperti bulimia
  4. Luka bakar parah
  5. Sangat sulit untuk berolahraga
  6. Konsumsi diuretik.
  7. Saat ini sedang menjalani perawatan kanker

Jika elektrolit dalam tubuh Anda tidak seimbang, gejala gangguan elektrolit yang perlu Anda perhatikan meliputi:

  1. Tubuh terasa lemas
  2. Detak jantung cepat dan tidak teratur
  3. Kram dan kelemahan otot
  4. Sakit kepala
  5. Kejang
  6. Tubuh tidak aktif

Baca juga: Ini adalah penyebab dehidrasi saat tidur!

Bagaimana cara mengatasi gangguan elektrolit?

Kekurangan atau kelebihan elektrolit, tentu saja, tidak bisa berlanjut, Gengs. Sebagai langkah pertama, Anda dapat menemui dokter dan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar elektrolit dalam tubuh Anda.

Kadar elektrolit darah normal :

Sodium: 136 – 145 mEq / L

Kalium: 3,5 – 5,3 mEq / L

Klorida: 97 – 107 mEq / L

Kalsium: 4,5 – 5,5 mEq / L

Magnesium: 1,5 – 2,5 mEq / L

Langkah-langkah perawatan akan direncanakan oleh dokter untuk memperbaiki gangguan keseimbangan elektrolit. Jika kadar elektrolit Anda rendah, Anda mungkin diberikan cairan intravena untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Atau Anda bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung elektrolit yang dibutuhkan untuk meningkatkan kadar elektrolit yang rendah.

Di sisi lain, jika kadar elektrolit berlebihan, obat-obatan dapat diberikan untuk mengurangi jumlah berlebihan dalam darah. Dalam kondisi tertentu, dialisis (hemodialisis) mungkin diperlukan untuk mengatasi kelebihan elektrolit.

Baca juga: 4 trik untuk minum air putih lebih sering!

Bagaimana dengan minuman isotonik?

Saat ini, ada banyak produk minuman isotonik di pasaran yang mengklaim dapat membantu memulihkan cairan tubuh yang hilang. Bisakah kamu mengkonsumsinya?

Komposisi produk minuman isotonik mirip dengan cairan tubuh dengan kandungan elektrolit yang seimbang. Geng yang sehat dapat mengonsumsi minuman isotonik dalam kondisi ringan, seperti setelah berolahraga atau aktivitas fisik.

Geng yang sehat juga dapat dengan mudah membuat minuman elektrolit sendiri di rumah, mencampurkan 1 (satu) liter air, 6 sendok teh gula dan ½ sendok teh garam. Atau mengkonsumsi air kelapa hijau.

Nah, Gang Sehat, gangguan elektrolit tidak boleh diremehkan dan tidak boleh dibiarkan begitu saja, ya. Kinerja tubuh kita membutuhkan keseimbangan kadar elektrolit yang baik untuk menjalankan fungsinya.

Baca juga: Berikut adalah manfaat minum susu berdasarkan usia

Referensi

1. Sobotka, dkk. 2008. Gagasan dasar nutrisi klinis: Air dan elektrolit dalam kesehatan dan penyakit. Nutrisi klinis. Vol. 3 (6). P. 259 – 266.

2. N. Lobo, Simon P, Andrew L. 2013. Konsep dasar keseimbangan cairan dan elektrolit. Bibliomed – Medizinische Verlagsgesellschaft mbH Penerbit.

3. Susan M. 2019. Bagaimana mencegah ketidakseimbangan elektrolit. https://www.healthline.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here